Mengenal Legund Atau Lebih Dikenal Ayam Leher Gundul

Mengenal Legund Atau Lebih Dikenal Ayam Leher Gundul

Mengenal Legund Atau Lebih Dikenal Ayam Leher Gundul adalah salah satunya macam genetik ayam kampung/lokal yang berada di Indonesia. Ayam ini seringkali disebutkan oleh pedagang dengan nama ayam Bali. Kekhasan ayam ini ialah tidak terdapatnya bulu dari kepala sampai sisi atas tembolok. Hingga leher terlihat polos alias gundul, hingga diberi nama ayam leher gundul.

Beragam macam tipe ayam yang telah menyebar di semua indonesia. Beberapa macam ayam silangan yang memberi kekhasan pada ayam turunan. Hingga mengubah pada fisik, mental bertanding serta ketahanan badan. Sama dengan ayam yang satu ini, yang mempunyai kekhasan pada lehernya yakni leher yang tidak dipenuhi bulu. Ayam itu diberi nama ayam Legun, singkatan dari ayam leher gundul. Bila anda ingin tahu mengenai ayam ini, silahkan kita kenal lebih jauh ayam Legund (leher gundul) ini.

Mengenal Legund Atau Lebih Dikenal Ayam Leher Gundul

Mengenal Legund Atau Lebih Dikenal Ayam Leher Gundul

Karakter leher gundul adalah menguasai tidak komplet. Dalam keadaan heterozigot (Na/na+), bulu-bulu halus pada leher masih diketemukan. Tetapi pada ayam dengan genotipe homozigot (Na/Na), bulu-bulu di leher tidak diketemukan benar-benar.

Berdasar kehadiran bulu halus pada lehernya, ayam leher gundul yang dilihat disangka mempunyai genotipe homozigot. Sebab semua ayam tidak mempunyai bulu-bulu halus di lehernya.

Ayam Leher Gundul dengan genotipe heterozigot kehilangan bulu sekitar 30%. Sedang yang bergenotipe homozigot kehilangan bulu seputar 40% dari keseluruhan bulu yang ada di badan ayam normal.

Gen Na memengaruhi kehadiran pori-pori untuk perkembangan bulu. Ayam leher gundul tidak mempunyai folikel bulu dari kepala serta leher, terkecuali seputar jengger, anterior tulang belakang. Serta dua sisi kecil disamping atas crop (Fathi et al., 2013).

Merat (1986) menggolongkan gen leher gundul (Na) jadi gen Pliotropy. Dengan gen yang punya pengaruh pada dua karakter atau lebih, atau sebab mempunyai keterikatan dengan gen-gen lain. Dikelompokkan demikian sebab gen itu memberi dampak baik pada transfer. Pembuangan panas ke luar badan (lingkungan) serta melakukan perbaikan efisiensi pakan.

Ayam Leher Gundul

Kesimpulan Ayam Leher Gundul

Ayam leher gundul mempunyai keunggulan penyesuaian pada suhu tinggi dibanding dengan ayam kampung normal. Ini dikarenakan kehadiran bulu yang lebih sedikit pada badan (Caratchea et al., 2010).

Kehadiran bulu yang lebih sedikit dibanding ayam berbulu normal akan tingkatkan potensi termoregulasi (Cahaner et al., 1993). Gen Na mempunyai kekurangan pada suhu lingkungan kurang dari 20 C. Tapi lebih unggul pada lingkungan yang mempunyai suhu di atas 30 C pada berat tubuh. Efisiensi pakan, produksi telur serta karkas (Islam serta Nishibori, 2009).

Penurunan lingkup bulu di ayam leher gundul sangat mungkin hilangnya panas dengan radiasi dari permukaan kulit ayam. Yang tambah tinggi dibanding ayam berbulu normal. Penambahan potensi transisi panas dengan radiasi akan tingkatkan potensi termoregulasi pada suhu lingkungan tinggi (Yakubu et al., 2008).

Bulu bertindak jadi heat insulator yang ikut bertindak dalam penataan kesetimbangan heat production serta heat loss. Kondisi tidak tumbuhnya bulu dibagian khusus ayam legund bisa tingkatkan panas yang keluar (heat loss). Ini akan kurangi daya yang dikeluarkan untuk menyeimbangi suhu lingkungan yang panas, contohnya daya untuk penambahan frekwensi bernafas (panting) (Wardono, 2014).

Ayam Legund adalah salah satunya ayam lokal Indonesia yang memiliki ciri leher tidak ditumbuhi bulu. Gen Na adalah gen menguasai yang punya pengaruh pada perkembangan bulu di bagian leher. Ayam leher gundul mempunyai keunggulan penyesuaian pada suhu tinggi dibanding dengan ayam kampung normal.

Ini dikarenakan kehadiran bulu yang lebih sedikit pada badan. Ini membuat gen itu banyak faedahnya buat ayam petelur atau ayam broiler. Dalam hubungannya dengan pembentukan strain ayam yang pas untuk keadaan wilayah beriklim tropis yang panas.

Tagged with: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*